Wartawan Rusia menunjukkan video dengan dua orang Amerika hilang di Ukraina.  Mereka dilaporkan telah ditangkap
sinar

Wartawan Rusia menunjukkan video dengan dua orang Amerika hilang di Ukraina. Mereka dilaporkan telah ditangkap

PESAN (MATERI) INI DIBUAT DAN (ATAU) DISEBUTKAN OLEH MEDIA MASSA ASING YANG MELAKUKAN FUNGSI AGEN ASING DAN (ATAU) BADAN HUKUM RUSIA YANG MELAKUKAN FUNGSI AGEN ASING.

Simpan Medusa!
https://support.meduza.io

Koresponden Perusahaan Penyiaran Televisi dan Radio Negara Seluruh Rusia dan saluran RT, serta publikasi Izvestia, menerbitkan sebuah video dengan “tentara bayaran Amerika” Alexander Dryuke dan Andy Hyunyang dikatakan telah ditawan di Ukraina. RIA Novosti menarik perhatian pada video tersebut.

Dalam salah satu video, Druke dan Hyun mengatakan mereka “melawan perang”. Dalam video lain, Hyun berbicara tentang “ketidakmampuan” tentara Ukraina dan bahwa “orang Rusia adalah orang-orang yang sangat manusiawi” (tidak diketahui apakah dia mengatakannya sendiri). Di mana orang Amerika sekarang tidak diungkapkan.

Pada 15 Juni, The Daily Telegraph edisi Inggris melaporkan bahwa Dryuke dan Hyun ditangkap, mengutip rekan-rekan mereka. Surat kabar itu mencatat bahwa jika dikonfirmasi, ini akan menjadi pertama kalinya warga AS ditangkap di Ukraina.

Pada 16 Juni, pihak berwenang AS mengkonfirmasi informasi tentang hilangnya Dryuke dan Huyn, dan juga melaporkan hilangnya warga negara AS lainnya. Presiden Joe Biden mengatakan bahwa pihak berwenang Amerika tidak mengetahui keberadaan mereka. “Saya ingin menekankan kembali bahwa orang Amerika tidak boleh pergi ke Ukraina sekarang,” tambah Biden.

Alexander Druke, 39, dan Andy Huyn, 27, keduanya tinggal di Alabama dan mantan Marinir, menurut The Daily Telegraph.

Pada tanggal 9 Juni, pengadilan di DPR memproklamirkan diri memvonis mati warga Inggris Sean Pinner dan Aiden Eslin, serta warga Maroko Brahim Saadoun, yang berperang di pihak Ukraina.

Menurut Kementerian Pertahanan Federasi Rusia, sejak awal perang, 6.956 orang asing telah datang ke Ukraina untuk berpartisipasi dalam permusuhan, di mana 1.779 telah meninggalkan negara itu, 1.956 telah meninggal.

Organisasi hak asasi manusia Human Rights Watch mengatakan bahwa publikasi video tawanan perang (terutama jika mereka dipermalukan, diintimidasi, atau dipaksa untuk mengungkapkan data pribadi mereka) melanggar Konvensi Jenewa, yang mengharuskan perlakuan manusiawi terhadap para tawanan.

Baca juga

  • Di DPR, dua warga Inggris dan seorang Maroko yang berperang di pihak Ukraina dijatuhi hukuman mati Mereka diadili bukan karena kejahatan perang – yaitu, untuk berpartisipasi dalam perang

Seperti yang diketahui kala ini memang begitu banyak situs yang menampilkan singapore togel hari ini maupun togel hk namun anda juga mesti berhati-hati didalam melacak tau hasil resminya, bakal tapi terkecuali anda idamkan lebih enteng anda mampu cek segera semua hasil keluaran togel online kami tentu saja akurat. Karena seluruh hasil yang kita informasikan bersumber berasal dari situs formal singaporepools.com.sg dan hongkongpools.com dan seluruh hasil yang kami memberikan tidak mesti diragukan kembali sebab dapat 1000% akurat dari sumber resminya.